Disaat Aku Tua....

Disaat aku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumillah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat aku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikat tali sepatu,

Ingatlah saat-saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat aku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah aku ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.


Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.
Ingatkah di masa kecilmu, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?


Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap pertanyaan " mengapa " yang engkau ajukan di saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumillah diriku, dukunglah aku, bagaikan aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu, Aku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Didalam senyumku ini tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

13 comments:

Doni Dwi Cahyadi said...

Kak Budi, Assalamu'alaikum....

Ceritanya dah mulai mikir hari tua ya...??? :D

Nikah dulu dong, Kak..!! :X

Aku punya calon nih, isnya Alloh beliau sangat amat sangat tiada tandingannya...

Orang Medan juga, kabupaten Serge... hehe... penasaran ??

Hubungi HPku... :(

DIGITALBACA said...

Menyentuh mas... Memang kita harus ingat siapa yang telah membesarkan kita, membimbing kita, sehingga seperti sekarang ini.

Mas Budi ada calun tuh... siap tau nanti jodoh, apa sudah punya calon sendiri...?
Tetap semangat mas.

attien... said...

mas budi buat mello aja. aku jadi inget rumah ni. pdahal lagi pengen pulang. harus sabar sampai karya yang mengajakku untuk memakai toga kelar. hiks...

Anonymous said...

domisili dimana pak?

gabung ke bloggersumut yukk..


bales ya :D

Anonymous said...

saya kirim email ke bapak koq failed ya?

pnya nomor yang bisa di hubungi pak?

ato YM? (yahoo messenger)

add ym saya, arie_jahat@yahoo.com

please jangan approve komentar ini :D

manusia biasa said...

pak budi saya jadi pengen pulkam nih...

bisnisway said...

kalo guru kyk gini, nilai saya seratus terus kali yah....salam merdeka!

Anonymous said...

jadi inget mama mertua tercinta

Anonymous said...

pagi..salam kenal dari BacaBlog :)
semoga anak anak kita menjadi anak yang soleh, yang berbakti pada agama dan orang tua :D

[FRESH]
mau blogwalking? mau baca posting terbaru dari blogger?
atau.. mau kenalan, titip salam, dan lihat foto blogger lain? dateng aja ke http://bacablog.com

ingin pemikiran Anda mengispirasi banyak orang?
ingin berbagi pemikiran Anda ke orang lain??
atau.. meningkatkan pembaca dan link ke blog Anda?
daftarkan blog Anda di http://bacablog.com ,direktori blog+tempat memBACABLOG

Gus Mar said...

Tapi saya do'akan anda awet muda. Apalagi denger lagu ini. Untuk Indonesia lagi..

Anonymous said...

semak kali iklannya bah segede lapangan merdeka kutengo, thanks yah bang dah berkunjung ke blog awak

Anonymous said...

pop ups nya itu bang clicksor.revenue mo hank ajah pc ku jadinya maklum lah bang pc tue :))

Dedot said...

mantap banget puisinya Pak Guru,hehehe...

salam dari Bali
Dedot

Post a Comment

Next previous home